Bahtera Mitra Mahardhika (BMM) tahun 2026 hadir kembali melalui kegiatan BMM Goes To Campus di Fakultas Pertanian Universitas Jember. Kali ini hadir melalui kegiatan Lomba Poster Nasional dengan tema Pengembangan Sistem Pengelolaan Kelapa Sawit Berbasis IoT untuk Mendukung Perkebunan Berkelanjutan. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Ikatan Mahasiswa Hama dan Penyakit Tubuhan (IMHPT), Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jember yang diselenggarakan sejak 21 Mei 2026 ini menjaring 18 peserta kategori mahasiswa dan menghasilkan 3 grand finalis yang diundang dalam acara puncak yang diselenggarakan di Aula Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Jember pada tanggal 14 Juni 2026.

Foto 1: Tim Bahtera Mitra Mahardhika menyerahkan hadiah kepada para pemenang
Ketiga grand finalis yang lolos tersebut 2 orang berasal dari Universitas Jember dan 1 orang dari Politeknik Negeri Jember. Sebelum pnentuan juara utama BMM Choice Award, ketiga grand finalis tersebut diuji oleh team dari BMM untuk mempresentasikan karyanya. Priyatmoko menyampaikan bahwa salah satu aspek peniliannya yaitu menguji pemahaman mereka terhadap hasil karyanya sehingga benar atas karya mereka sendiri dan bukan hanya penggunaan aplikasi maupun AI. “Selain menilai pemahaman mereka tentang kelapa sawit yang dijadikan tema poster, peserta juga wajib menjelaskan teknis pembuatannya” ujar Priyatmoko yang juga merupakan juri kegiatan tersebut.
Hasil penjurian dari tiga grand finalis tersebut mengukuhkan Sdri. Aurora Esya Rahma – FKIP Universitas Jember sebagai juara 1 sekaligus menerima Piala BMM Choice Award, sedangkan juara 2 dan 3 yaitu Putri Selnin M.S. – Jurusan Kesehatan Polteknik Negeri Jember dan Nathania – FKIP Universitas Jember. Ketiganya masing-masing menerima uang pembinaan sebesar Rp 1.000.000,- untuk juara 1, Rp 500.000,- untuk juara 2 dan Rp 300.000,- untuk juara 3.



Foto 2: Poster Pemenang 1,2, dan 3
Dalam acara puncak penyerahan Piala BMM Choice Award, Setya Pribadi yang merupakan Ketua Pengurus Harian BMM menyampaikan bahwa ketiga grand finalis berasal dari fakultas atau jurusan yang diluar dugaan BMM. “Sangat diluar dugaan bahwa ketiga grand finalis berasal dari mahasiswa yang bukan berlatar belakang pertanian maupun perkebunan. Meskipun 2 orang berasal dari Prodi PGSD – FKIP Universtas Jember, dan 1 orang berasal dari jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Jember, ketiganya mampu menjawab menguasai materi poster tentang penerapan Internet of Things (IoT) dalam pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan” terang Setya ketika penyerahan BMM Choice Award.
Dalam sambutan tersebut, Setya juga menekankan arti penting kelapa sawit berkelanjutan bagi salah satu penghasil devisa negara dan tentunya membawa dampak eknomi dan sosial yang sangat positif dan significant bagi masyarakat di Indonesia khususnya bagi petani plasma kelapa sawit. Di akhir sambutannya ia juga mengajak generasi muda untuk mengkampanyekan bahwa kelapa sawit merupakan anugerah dari Tuhan sebagai sumber energi yang dapat diperbarui dan meyakinkan bahwa kelapa sawit yang dikelola secara berkelanjutan sesuai prinsip ISPO dan atau RSPO pasti aman bagi lingkungan.
