CATATAN PERJALANAN KE MALUKU UTARA : GALO-GALO & KOLORAY DI MOROTAI SEBAGAI DESA WISATA & SENTRA BUDIDAYA RUMPUT LAUT

Galo-Galo dan Koloray merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara. Desa kecil ini letaknya di perairan laut Kecamatan Morotai Selatan yang dikelilingi beberapa pulau kecil lain diantaranya Pulau Galo-Galo Kecil, Pulau Dodola Besar dan Dodola Kecil, Pulau Loleba Besar dan Loleba Kecil, serta Pulau Ngele-Ngele.

Foto : Desa Galo-Galo, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara

Foto : Plakat Prasasti Peresmian Desa Koloray sebagai Kampung Bahari Nusantara.

 

Pemandangan Pantai dan air laut yang jernih dengan hamparan pasir putih merupakan salah satu daya tarik sendiri bagi para wisatawan untuk mengunjungi desa ini. Bahkan Desa Koloray pun ditetapkan sebagai Kampung Bahari Nusantara pada bulan Desember 2022 dan merupakan desa binaan Lanal Morotai.

Selain terkenal dengan desa wisata terutama wisata bahari, desa ini juga dikenal dengan sentra budidaya rumput laut yang merupakan salah satu mata pencaharian penduduk setempat.

Foto : Pintu Masuk Desa Koloray, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara

Jono dan Syafril merupakan penduduk Desa Koloray yang kami temui mengatakan bahwa salah satu kendala utama dalam budidaya rumput laut ini yaitu ketersedian bibit. “ Masyarakat di sini masih kesulitan dalam pengadaan bibit. Kami selalu membibitkan sendiri rumput laut yang ada” ujar Jono. 

Jono lantas menjelaskan bahwa untuk budidaya rumput laut di sini terutama diperairan yang dangkal dibatasi oleh musim dan fakor alam yaitu musim pasang siang dan musim pasang malam. Ketika mereka sudah berhasil mempunyai stok bibit yang banyak dan siap tanam ternyata musim sudah masuk pasang malam. Kondisi pasang malam berarti ketika siang hari pantai akan surut bahkan sehingga metipun menjadi kering yang tentunya tidak bisa untuk budidaya rumput laut. “Untuk menghasilkan rumput laut dalam jumlah besar, kami harus memiliki bibit yang banyak untuk ditanam dan harus tepat waktu musim tanamnya” jelas Syafril. Mereka berharap akan adanya investor yang siap bekerja sama dengan petani nelayan rumput laut. Selain terkenal dengan wisata Bahari dan rumput laut, desa ini juga terkenal dengan ikan garamnya atau ikan asin. (SPD).

Baca Juga

Kenali Jenis Investasi dan Pilih yang Pas untukmu!

Hai, teman-teman yang baru mau mulai investasi! Mungkin kita sering dengar kata “Investasi”, tapi bingung itu apa dan harus mulai…

Bahtera Mitra Mahardhika Salurkan Hewan Kurban di Yogyakarta dan Sekitarnya

Bahtera Mitra Mahardhika (BMM), sebuah lembaga swadaya masyarakat, telah melaksanakan aksi sosial dengan menyalurkan hewan kurban di lima lokasi di…
Bahtera Mitra Mahardhika Berdayakan Petani Semarang Selatan Lewat Pelatihan Pembuatan Selai Bunga Rosella

Bahtera Mitra Mahardhika Berdayakan Petani Semarang Selatan Lewat Pelatihan Pembuatan Selai Bunga Rosella

Semarang,10 Mei– Bahtera Mitra Mahardhika (BMM), sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang fokus pada pemberdayaan ekonomi, sosial, dan lingkungan, kembali…

1 thought on “CATATAN PERJALANAN KE MALUKU UTARA : GALO-GALO & KOLORAY DI MOROTAI SEBAGAI DESA WISATA & SENTRA BUDIDAYA RUMPUT LAUT”

  1. sangat potensial untuk dikembangkan dengan sumber daya alam yg luar biasa indah. Semoga ada kesempatan untuk berkunjung kesana suatu hari nanti.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *